Sapaan Pasir kepada Paris
Zulkili
Minsar
Hantaman keras itu merangkai peristiwa
ledakan keras itu menggema di tengah kota eiffel
jiwa melayang, tetesan kesedihan bergema kesegala penjuru
di bawah menara mereka mulai khawatir akan malapetaka
kabar dari menara kepada pasir tenggara
hai menara?
tahukah kau?
di balik padang pasir, hujan peluru di segala musim
di balik padang pasir, tetesan keringat khawatir
di balik padang pasir, unta-unta berlarian menuju oase berair merah
di balik padang pasir, anak-anak di reruntuhan beton-beton
di balik padang pasir, miyak-minyak lapuk diminum oleh mulut seraka
di balik padang pasir, kaptus mengering bukan karena kekeringan
tetes darah jadi saksi, tangisan pengkhias derita, bom-bom jadi hantaman sepi
di balik tabir rahasia dunia akan kesunyian semu dari jajahan bekepanjangan
jutaan jiwa telah menyingsing peradaban
masa depan terputus ayak oleh misil
di balik padang pasir, ku turut berduka
dari angin tenggara, butiran pasir menuju eropa
Makassar, 3 Shafar 1437
Tidak ada komentar:
Posting Komentar