Senin, 16 November 2015

puisi ku, mekar di embun pagi



Mekar di embun pagi
(Zulkifli)
Ada yang mengatakan cinta adalah musibah,
 Ada juga yang megatakan itu anugrah,
Juga ada yang menganggap itu biasa saja,
Ada luka dan riang merangkai bunga cinta,
Dipelosok lembah itu, ada cahaya yang menembus,
Semarak lebah berantrian diantara melati,
Mekar di temani embun,
Lezat rasanya madu bunga,
Apakah cinta begitu adanya,
Cinta dan cinta,
Berjuta bahasa di ronrong bumi,
Satu bahasa yang susah ku mengerti,
“bahasa Cinta”
Samata, setahun yang lalu 6 juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar