Senin, 14 April 2014

post pertama


“Menuju kemakmuran Adalah tugas bersama”
Zulkifli (60800113055)
Di jaman komunikasi ini, di tahun 2014 adalah masa yang menentukan bagaimana negara ini masa yang akan datang. Negara-negara maju maupun negara berkembang berlomba memajukan persaingan untuk meningkatkan kesejahteraan negerinya, mulai dari aspek ekonomi sampai aspek pendidikan, tak hanya itu, tidak banyak negar-negara yanng melakukan terobosan melalui aspek politik. Waktu berjalan yang hakikinya tak kan berhenti tanpa seizin Allah SWT, menjadikan masa di mana negara-negara di dunia mengalami kondisi persaingan kemodernisasi  yang mengakibatkan kepentingan moral dan akhlak sudah tak dilirik lagi sebagai aspek terpenting dalam kehidupan.
            Indonesia sebagai negara besar nan kaya, sepatutnya menjadi negara yang menjunjung aspek moral, kenapa? Perlu kita ketahui negeri ini memiliki populasi terbesar yang menganut agama Islam, namun sekarang, karena majunya teknologi terutama media komunikasi, via komunikasi yang memiliki banyak kelemahan membuat anak-anak bangsa menjadi terpuruk.
             Sebagai calon perencanaan wilayah dan kota (PWK) ini merupakan tantangan bersama dan tentunya dilakukan secara bersama, berbagai asapek membangunnya. Setau saya perencanaan wilayah dan kota adalah ilmu yang mempertimbangkan kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang dengan melihat masa dulu dan sekarang yang dilakukan secara bertahap untuk menyelesaikan masalah menuju masalah lainya. Hidup tanpa masalah tentunya bukan hidup, namun mati. Yaa, dalam perencanaan seorang planner tentunya mempertimbang kan segala aspek, bagaimana kondisi Demografi sutu wilayah, geologi, ekonomi, pendidikan, budaya, dan aspek kehidupan lainnya.
            Indoneia adalah negeri beribu budaya, namun sekarang apakah patut dikatakan seperti itu jika penerus bangsa ini tak lagi memakai pakaian sopan khas negeri ini, namun pakaian yang tak pantas bagi orang-oarang timur, ini adalah salah satu contoh negara kita tak bisa menetuukan jati dirinya.
            Perubahan tetaplah perubahan,   namun kondisi terpuruk tentu tak pantas tuk dibiarkan saja, sebagai seorang perencana, mari kita berpangku tangan mengatasi kesemrautan kota dan aspek nin fisiknya, di atas saya telah memaparkan aspek-aspek non fisik perencanaan itu, yaa manusianya sendiri, kota yang teratur nan indah tak akan indah jika di isi oleh manusia terpuruk.
            Pentingnya aspek  non fisik dalam perencanaan merupakan hal hirearki, dalam penyusunan perencanaan, tak sepantasnya seorang perencana hanya membuatnya bersama pemerintah saja namun ada sentuhan yang lebih terhadap masyarakat sendiri yang akan menetap pada wilayah yang akan direncanakan, di sini perlu adanya pertimbangan-pertimbangan yang sangat ulung, aspek budaya dan khas suatu daeerah tak sepatutnya dihilangkan, ini adaah jati diri daerah tersebut. Hal ini akan membangun persaudaraan antara masyarakat itu sendiri maupun pemerintah.
            Sekarang, sebagian besar masyarakat mengatakan bahwa pedagang kaki lima adalah sampah kota, kumuh dan kotor terutama merusak estetika kota. Wah ini sungguh tak adil jika mengatakan demikin, megapa ? bukan pedagangaki lima yang salah, bukan pemerintah yang salah, apalagi kita, saling menyalahkan akan menimbulkan kesenjangan masyarakat, namun cara kita yang tak bijak melihat suatu hal, melihat dengan satu mata memenga salah, namunjika kita memandang hal itu positif, sungguh hal itu sangat bermanfaat. Bertemunya pedangan dan pembeli merupakan interaksi antara masyarakat, baik itu dari kalangan bawah maupun atas. Ini akan menimbulakan interaksi yang sangat di butuhkan, di jepang, kaki lima adalah hal yang sangat dipopulerkan karena pedagang di sana bekeliaran di jalan yang telah diatur lintasannya, dapat dikatakan bahwa pedagang kaki lima adalah penghubung masyarakat sebagai media interaksi, ngara maju seperti jepang sepatutnya menjadi contoh negar-negar berkembang seperti negeri ini.
            Nah, perencana kan merencanakan suatu wilayah memng tak semudah membalikkan telapak tangan, segal aspek harus dipertimbangkan. Zaman yang  modern ini adalah tantangan baru bagi seoramg perencana. Dengan mengacuh pada aspek non fisik dengan menata fisiknya tentu sangat bijak. “man proposes, God disposes” perencana tetaplah perencana, namun tuhan kan menentukan, hargailah keputusan tuhan, dengan usaha maupun rencana menuju kemakmuran.